Di kota-kota besar banjir telah menjadi momok menakutkan bertahun-tahun. Kesadaran masyarakat akan alam yang kurang, buruknya sistem tata saluran kota, hingga kondisi dataran yang nyaris sejajar dengan air laut menjadi penyebab klasik rata-rata tiap daerah. Termasuk di Surabaya, kota saya tinggal.

Sekalipun box cluvert berhasil ditanam di banyak ruas arteri tetap saja air masih menggenang di saat hujan. Hasil pengamatan, banjir melanda bukan karena derasnya hujan, tapi intensitas/lama waktu hujan turun. Jika lebih dari 1 jam praktis banyak ruas terendam. Kalau sudah terendam, jangan harap perjalanan anda lancar, terutama yang bawa motor.

Setelah berkali-kali menjadi korban banjir. Saya menyimpulkan ada sedikit tips agar tak lagi terperosok di kubangan yang sama :p. Berikut tips nya:

Bawa duit cash

Orang modern biasanya meremehkan hal ini. Baginya, bawa beberapa kartu ATM dan E-money di dompat adalah keren. Tapi enggak saat banjir. Minimal Anda harus bawa uang Rp. 50rb di kantong. Duit ini cukup buat ngopi di warung saat menanti banjir surut, ngasih tips relawan, hingga nguras air yang telanjur masuk ke mesin-mesin dalam motor.

Jangan nekad terjang banjir

Jika tak hapal rute beserta kondisi jalannya, jangan nekad terjang banjir. Awalnya mungkin anda mengira air bah cuma setinggi mata kaki, tapi siapa sangka pas asik-asiknya laju ternyata air seukuran roda Avanza (satuan baru untuk tinggi air). Pengguna motor matic masih berpeluang lolos, tapi untuk motor jadul, siap-siap saja dorong.. So, sebaiknya anda tunggu di warung hingga jalan benar-benar layak dilalui. Atau puter haluan cari jalan alternatif, tapi umumnya jalan alternatif lebih gambling karena tak tahu banyak kondisinya.

Aibat nekad terjang banjir (sumber foto: jurnalasia.com)

Jangan menyerah untuk dorong

Ini untuk kondisi motor yang sudah benar-benar mogok. Melelahkan memang saat dorong motor di tengah banjir, karena kaki harus kuat melawan arus air. Ada saat harus berhenti, tapi jangan terlalu lama apalagi menyerah. karena di ujung sana bisa jadi ada relawan-relawan yang siap membantu anda menyalakan mesin. Ratenya 10rb atau seikhlasnya, dan 40rb-50rb jika kondisi tergolong berat. Kalau sudah sadar gini, betapa berharganya bawa duit cash. (item 1).

Biar mungil, tapi gerombolan anak-anak ini cukup membantu korban banjir. Mereka sperti malaikat yang sengaja dikirim untuk mengatasi kesulitan hambanya.

Sesekali gunakan stater pancal

Pengguna motor matic biasanya terlalu asik memakai stater elektrik sampai lupa ada stater pancal. Karena lama tak digunakan stater pancal jadi seret. Seperti motor vario saya yang setelah dibuka uda karatan. Padahal stater pancal sangat berfungsi ketika terjebak banjir. Saat elektrik tak jalan, stater pancal jadi cara satu-satunya. Hal ini selalu disarankan oleh para relawan saat menguras isi knalpot. So, sesekali, mungkin seminggu sekali gunakan stater pancal yak!

Empat itu saja rasanya cukup. Jika anda punya tambahan masukkan di coment ya. Met kerja dan ati-ati di jalan terutama saat hujan. Always safety reading!

Sumber foto : sindonews.com

 

 

(Visited 5 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov