Hadist yang menyarankan agar membiasakan mengibas kasur dengan kain atau sarung sebelum kita menempatinya dan tidur di atasnya ada benarnya. Ada fakta ilmiah dibaliknya yang berefek pada kesehatan tubuh. Diambil dari majalah Ummi, setidaknya ada 2 alasan yang mendasarinya.

1. Adanya kuman penyakit yang hinggap di kasur

Kata ilmuwan setiap orang tidur di atas kasur, ada sel-sel mati di tubuhnya yang berjatuhan di kasur dan pada saat seseorang itu terjaga dari tidurnya sel-sel tersebut tinggal di kasur. Ketika kembali tidur namun tidak terlebih dahulu membersihkan kasur yang akan ditempati, kemungkinan besar ada kuman tak terlihat yang memakan sel-sel mati tersebut di atas kasur, selimut, dan bantal yang kita gunakan.

2. Adanya makhluk ghaib yang tidur di atas kasur tersebut.

“Tidak ada satu kasur pun yg tergelar di dalam suatu rumah yg tidak ditiduri oleh manusia, kecuali setan akan tidur di atas kasur itu…” (Akamul Marjan fi ahkamil Jaan hal.150)

Soal adab tidur ini saya punya pengalaman yang sungguh tidak mengenakkan. Lelah dan ngantuk berat usai lembur gawean, biasanya saya langsung menjatuhkan badan ke kasur kamar paling belakang, sekalipun dalam kondisi gelap.

Tiba-tiba…What?! Bau apa ini?!. Sangat menyengat seperti bekas dilewati cecurut dan membuang kotoran di sekitar. Nyalakan lampu, cek lantai tidak ada benda-benda mencurigakan. Pas lihat kasur, OMG. Ada 4 tai besar-besar melingkar dan tertata rapi di atas sprei kasur bunga-bunga, tepat di tengah-tengah.

Sulit dibayangkan manakala tai kucing berbau biasa yang aromanya justru sering tenggelam oleh BB sendiri :p. Tentu pas bangun baru sadar badan dan baju yang membungkus penuh belepotan sokelat. Ternyata kucing punya adab juga.

Nah, kucing saja punya “adab” dengan mengirimkan sinyal-sinyal menyengat untuk dibaca manusia, bagaimana adab manusia sendiri sebelum tidur selain mengibaskan kasur?

Tidurlah dalam keadaan berwudhu.

Hal ini berdasarkan hadits Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Tidur berbaring pada sisi kanan.

Manfaat sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim, “Tidur berbaring pada sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam. Tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat pada jantung. Sedangkan tidur pada sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas)” (Zaadul Ma’ad, 1/321-322).

Meniup kedua telapak tangan

Tentunya saat meniup sambil membaca surat Al Ikhlash, surat Al Falaq, dan surat An Naas, masing-masing sekali. Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata, “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017). Membaca Al Qur’an sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini lebih menenangkan hati dan pikiran daripada sekedar mendengarkan alunan musik.

Membaca ayat kursi sebelum tidur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan, “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“. (HR. Bukhari no. 3275)

Membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.

Dari Hudzaifah, ia berkata,

Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)

Lima Adab tidur diatas kalau diterapkan secara tidak langsung bakal tidak ada lagi acara “menjatuhkan” badan ke kasur. Bagaimanapun kebiasaan itu tidak baik ya gaes. Tanda kita kurang terencana dalam menjalani “kehidupan”. Saat kantuk mulai menyergap dan tubuh mengirimkan sinyal-sinyal kelelahan, cukupkan gawean. Jangan dipaksa. Sisa pekerjaan lanjutkan esok hari di awal waktu. Kiranya lebih fresh dan manfaat bagi tubuh. []

(Visited 344 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov