Yang Berkesan dan Tidak di ABCBali

Acara Asean Blogger telah lewat, banyak peserta merasa puas dengan pelayanan yang disuguhkan panitia. Kepuasan agaknya juga dirasakan oleh panitia, tentunya setelah berakhir. Namun tiada gading tak retak alias no body perfect. Ibarat mantu (hajat kawinan), semaksimalnya kerja tuan rumah, keluhan para undangan tetap menghias sepanjang perjalanan.

Berikut beberapa catatan plus dan minus dari acara yang berlangsung selama 2 hari di Bali, setidaknya menurut narablog dari Malhikdua. Saya tambahkan juga beberapa hal yang unik dari acara ini. apa saja? simak data berikut:

  • Lokasi diselenggarakan di Bali, pulau wisata yang cantik nan eksotik, siapapun memimpikannya bisa kesana.
  • Seluruh akomodasi ditanggung panitia, bahkan struk airport tax juga diminta untuk ditukar dengan duit cash dari panitia (sayangnya sampai sekarang belum ada kabar).
  • Mereka yang diundang by phone oleh panitia belum tentu berangkat, karena dana dari sponsor tidak seperti harapan (konon karena budget telanjur tersalurkan untuk Sea Games dan KTT). Karena kuota dikurangi secara drastis, menanti konfirmasi dari panitia seperti melihat hasil pengumuman ujian test. Harap-harap cemas.
  • Pemberangkatan dan pemulangan peserta berbeda-beda, maskapai yang dipakai juga beragam, mulai dari Lion Air, Sriwijaya Air, dan Garuda Air. Ada yang seorang diri (seperti saya, adapula yang berombongan hingga 50 blogger). Meski berbeda, panitia tetap ready melakukan penjemputan meski cuma seorang, bahkan mengalungkan kembang2 kas Bali.
  • Seluruh peserta menginap di hotel Pop Haris. Imut nian desain hotel ini, tarifnya flat, bersih, wifi juga kenceng dan sinyalnya masuk sampai kamar-kamar. Karena keimutannya, berjalan di koridor serasa memasuki tempat karaoke.
  • Acara berdekatan dengan ulang tahun komunitas blogger Bali. Tidak tahu tepatnya, mungkin bareng, yang jelas ada seremoni dan hiburan dari blogger Bali di malam sebelum konference.
  • Acara bebarengan dengan KTT ASEAN dimana banyak pejabat dalam dan luar negeri berdatangan. Mr. Obama-pun juga mendarat. (Bahkan sehari sebelumnya artis Paris Hilton berlibur sepekan di pulau ini). Dempetnya acara membuat banyak anak-anak SD berderet sepanjang jalan menyambut dengan melambaikan bendera kecil ke bus kami, mengira kami bagian dari KTT ASEAN. Sisi negatifnya, jalanan jadi macet. cet.
  • Jalannya acara sungguh membosankan, beruntung MC nya pinter ngemas. Kalau tidak mungkin sudah tertidur sepanjang waktu. Tapi sepandai-pandai MC melompat tetap saja bikin pikiran audience ga fokus, saling ngobrol, mainan gadget, hingga mendengkur. Gimana ga ngebosenin, acaranya full english. Meski para undangan dari negara tetangga sibuk meeting di ruang sebelah, tetap aja pembicara lokal ngomong english.
  • Ada yang mengeluh panitia kurang informatif, dilihat dari bingungnya peserta terkait agenda jalan-jalan berikut. Namun saya pikir sebaliknya, setiap hal mereka aktif mengajak peserta berkumpul untuk menyampaikan informasi.
  • Lokasi conference berada di Museum Pasifika. Areanya luas, koleksi lukisannya juga berasal dari tokoh-tokoh legendaris, seperti Raden Saleh, Basuki Abdullah, hingga Affandi. Tapi bukan itu menariknya, yang asik adalah: …koleksi di museum ini, hampir seluruh obyek bertelanjang dada. woww!.. ahaa!. Akibatnya: saat sholat kami bingung harus menghadap kemana :))

Itu saja dulu. Silakan kalau anda mau menambahkan atau punya versi lain, taruh saja di komen bawah.

Depan Pating Garuda Wisnu Kencana

Note: postingan ini untuk bahan release malhikdua.sch.id

Postingan terkait :

(Visited 3 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov